Jakarta (ANTARA) - “Beli aja dulu, bayar belakangan” menjadi tren yang kian akrab di tengah kehidupan masyarakat digital.
Kemudahan transaksi tanpa perlu uang tunai membuat layanan paylater semakin diminati, terutama di kalangan pekerja muda dan generasi produktif.
Fitur paylater kini hadir hampir di setiap platform belanja, perjalanan, hingga layanan hiburan. Kemudahan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, hanya dengan beberapa klik.
Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko penumpukan utang juga mengintai. Tanpa perencanaan matang, paylater yang awalnya membantu justru dapat menjadi beban finansial jangka panjang, karena berpotensi menjerat pengguna pada masalah utang berkepanjangan.
Perencana keuangan Rista Zwestika mengingatkan bahwa penggunaan paylater perlu dibarengi pemahaman yang kuat tentang utang, kemampuan membayar, serta kesiapan menghadapi risiko.
Ia juga menyebut kunci utama menggunakan paylater secara sehat adalah memahami jenis utang yang diambil.
Kepada ANTARA, ia menjelaskan bahwa utang terbagi menjadi dua, yakni utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang saat diambil justru menghasilkan pemasukan. Sementara utang konsumtif tidak memberikan tambahan penghasilan dan hanya memenuhi keinginan sesaat.
“Tidak ada pemasukan yang dihasilkan dari utang konsumtif tersebut. Flexing tidak serta-merta membuat seseorang bertambah income-nya,” jelasnya.
Sebaliknya, utang dapat dikatakan produktif jika pembelian tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan atau membuka peluang pendapatan baru. Contohnya membeli ponsel dengan cicilan 24 bulan, dapat menjadi utang produktif jika ponsel itu digunakan untuk bekerja sebagai videografer, konten kreator atau editor konten. Jadi dari aktivitas tersebut seseorang memperoleh tambahan penghasilan. Jika pendapatan dari pekerjaan tersebut mencapai Rp5 juta per bulan, sementara cicilan hanya Rp3 juta, maka terdapat selisih Rp2 juta sebagai keuntungan.
“Inilah yang disebut utang produktif, karena ada return dari utang yang diambil,” ujarnya.
