Jakarta (ANTARA) - Alwi Farhan memastikan tiket semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 melalui laga yang sarat dinamika, mulai dari kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, pengelolaan emosi di lapangan, hingga peran pelatih Indra Wijaya dan atmosfer Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat.
Juara Dunia Junior 2023 itu menuntaskan misi pembalasan atas wakil Jepang Yushi Tanaka dengan kemenangan dua gim langsung 22-20, 21-16. Hasil tersebut membawa Alwi selangkah lebih dekat menuju gelar perdana di hadapan publik sendiri.
“Alhamdulillah, meski kondisi saya tidak 100 persen, saya berusaha memaksimalkan yang ada. Dukungan penonton Istora sangat membantu, terutama saat saya tertinggal di awal. Suasananya membuat saya tidak mau menyerah,” ujar Alwi setelah pertandingan.
Laga perempat final itu berjalan ketat sejak awal. Tanaka langsung mengambil inisiatif serangan dan unggul cepat 5-1 hingga 7-3. Namun Alwi yang tampil agresif berhasil mengejar dengan mencetak lima poin beruntun untuk berbalik memimpin 8-7.
Duel kemudian berlangsung imbang hingga kedudukan 10-10 sebelum Alwi menutup interval gim pertama dengan keunggulan tipis.
Selepas jeda, pertandingan makin menegangkan. Tanaka sempat mendapatkan momentum dan mencatatkan game point lebih dulu saat unggul 20-17. Alwi tetap tenang menghadapi tekanan, menyamakan kedudukan, lalu berbalik merebut gim pertama setelah pukulan Tanaka dua kali melebar dan satu bola dinilai masih masuk oleh hakim garis.
Situasi serupa kembali terjadi pada gim kedua.
Tanaka unggul lebih dulu 7-3 dan 8-5, namun Alwi kembali menunjukkan ketangguhan mental untuk mengejar dan membalikkan keadaan menjadi 9-8. Reli-reli mewarnai gim kedua hingga interval, sebelum Alwi mampu menjaga konsistensi permainan dan memperlebar jarak menjadi 15-12.
Alwi berada di atas angin setelah mencatatkan match point pada skor 20-16. Sebuah dropshot akurat akhirnya menutup pertandingan sekaligus memastikan tiket semifinal.
Alwi mengungkapkan kemenangan tersebut diraih dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal. Namun dukungan penonton dan tim menjadi faktor penting dalam menjaga fokusnya di lapangan.
Alwi juga mengakui sempat mengalami gangguan konsentrasi akibat dinamika dengan perangkat pertandingan pada awal laga. Namun ia mampu mengendalikan emosi setelah mendapat arahan dari pelatih.
“Tadi sempat terpancing, tapi pelatih langsung mengingatkan. Itu jadi pelajaran buat saya untuk lebih dewasa di lapangan,” katanya.
Peran pelatih Indra Wijaya diakui Alwi sangat krusial dalam perjalanannya hingga semifinal. Ia mengungkapkan pendekatan Indra yang fleksibel, baik dari sisi teknis maupun mental, membantunya tampil lebih tenang di momen-momen krusial.
“Koh Indra sangat berpengaruh. Beliau bisa mengatur taktik, mental, dan suasana. Saya merasa tidak berjuang sendiri karena ada tim yang mengurus semuanya, dari fisik, gizi, sampai medis,” ujar Alwi.
Kemenangan atas Tanaka juga menjadi catatan tersendiri karena Alwi sebelumnya selalu kalah dalam dua pertemuan terdahulu, termasuk pada Spain Masters 2024 dengan skor 23-21, 15-21, 12-21.
Pada semifinal, Alwi akan fokus pada pemulihan kondisi dan tidak ingin terbebani target berlebihan. Ia akan berhadapan dengan Chi Yu Jen asal Taiwan yang sebelumnya menang melawan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh dengan skor 21-18, 13-21, 21-13.
“Saya tidak mau menyerah selama bola belum jatuh. Fokus saya sekarang recovery dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Alwi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Alwi Farhan ke semifinal Indonesia Masters lewat laga penuh cerita
