Kota Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai melakukan uji coba budidaya udang vaname dengan tingkat salinitas rendah sebagai upaya inovasi pengembangan sektor perikanan yang dapat diterapkan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Senin, mengatakan program tersebut merupakan inisiatif dinasnya untuk memberdayakan komoditas udang yang dapat dibudidayakan tanpa menggunakan air laut.
Ia menjelaskan budidaya tersebut masih berada pada tahap uji coba, dengan fokus utama pada pengelolaan kualitas air agar tingkat salinitas tetap rendah dan sesuai dengan kebutuhan udang.
“Airnya harus terus dipantau supaya salinitasnya tetap rendah. Ini masih uji coba, tapi menjadi inovasi yang kami kembangkan,” katanya.
Menurut dia, udang vaname dipilih karena dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan dengan metode bioflok menggunakan kolam bundar.
Selain itu, kata dia, komoditas tersebut mampu hidup di air payau dengan tingkat salinitas rendah, sehingga tidak memerlukan air laut sebagai media budidaya.
Elmi menuturkan metode ini membuka peluang pengembangan budidaya udang di lingkungan perkotaan, termasuk skala rumah tangga di pekarangan warga.
“Ini bisa dikembangkan di skala rumah tangga, di pekarangan-pekarangan, karena tidak pakai air laut,” ujarnya.
Ia menyebutkan uji coba budidaya udang vaname salinitas rendah tersebut, telah berjalan selama satu tahun dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Pada uji coba sebelumnya, DKP3 Kota Cirebon telah berhasil melakukan panen dengan masa pemeliharaan udang berkisar antara 60 hingga 90 hari.
Untuk tahap penebaran awal, lanjut dia, jumlah benur atau bibit udang vaname yang ditebar mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor per kolam.
