Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat menyiapkan kajian penataan jaringan kabel fiber optik pada Januari 2026, dengan mengusung konsep utilitas bawah tanah sebagai upaya meningkatkan estetika serta kenyamanan kawasan perkotaan.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Rabu, mengatakan langkah tersebut merupakan kelanjutan dari program pembenahan infrastruktur yang telah dijalankan pada 2025, sekaligus menjadi solusi atas persoalan kabel udara yang dinilai tidak tertata di sejumlah ruas jalan utama.
Menurutnya, pada tahap awal pemerintah daerah melakukan audiensi serta pemaparan rencana penempatan jaringan fiber optik agar lebih rapi dan terorganisasi.
“Pada tahap awal, kami melakukan audiensi dan pemaparan rencana penempatan utilitas fiber optik yang lebih tertib,” katanya.
Edo menjelaskan di beberapa lokasi, kabel milik berbagai penyedia layanan internet menumpuk pada banyak tiang, sehingga mengurangi keindahan wajah kota.
Kondisi itu, kata dia, berdampak pada belum optimalnya penataan trotoar maupun pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dekoratif yang sebelumnya telah dibangun.
Ia mencontohkan Jalan Kartini sebagai salah satu kawasan terdampak, dimana upaya penataan dan pemercantikan kawasan belum sepenuhnya terlihat akibat kabel yang menjuntai di sepanjang jalan.
