Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai mengarsipkan data Warisan Budaya Takbenda (WBTB) secara sistematis dan berbasis digital guna memperkuat program pelestarian di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Cirebon Ramli Effendi di Cirebon, Selasa, mengatakan pengarsipan tersebut bersumber dari kajian tahunan yang rutin dilakukan sebagai dasar pengusulan WBTB ke tingkat provinsi hingga nasional.
Ia menyebutkan setiap tahun minimal 20 objek budaya untuk dikaji, sedangkan pada 2025 Disbudpar mengurasi 22 objek yang telah berhasil dihimpun datanya.
“Pengusulan WBTB itu harus berbasis kajian. Karena itu, setiap tahun kami lakukan penelitian dan pendataan secara terencana,” katanya.
Menurut dia, proses kajian diawali dengan pembentukan tim yang melibatkan akademisi serta didukung keterangan dari maestro dan budayawan apabila diperlukan untuk melengkapi data.
Data yang dikumpulkan, kata dia, berasal dari referensi tertulis maupun hasil wawancara langsung dengan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan objek budaya yang dikaji.
Ia mengatakan tim kajian kemudian turun langsung ke lapangan, selama kurang lebih satu bulan untuk mendokumentasikan warisan budaya, baik yang bersifat benda maupun tak benda.
Setelah seluruh data terkumpul, Disbudpar menggelar sidang hasil kajian untuk membahas dan menyepakati objek-objek yang akan diusulkan sebagai calon WBTB.
Ia menjelaskan pengusulan yang dilakukan pada suatu tahun merupakan hasil kajian pada tahun sebelumnya, sehingga terdapat jeda waktu sebagai ruang evaluasi dan penyempurnaan data.
