Cianjur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menelusuri penyebab kasus keracunan massal yang menimpa sekitar 300 siswa di tiga kecamatan di Cianjur yang sebagian besar sudah kembali pulih setelah mendapat pertolongan medis.
Koordinator Wilayah BGN Cianjur Sirojudin di Cianjur, Rabu, mengatakan pascakejadian ratusan siswa mengalami keracunan di tiga kecamatan, Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon pihaknya mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk dikirim ke laboratorium.
"Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, guna memastikan penyebabnya," kata dia.
Sehingga pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya karena hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan dari laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari ke depan, namun penanganan tetap dilakukan mengacu pada prosedur yang berlaku.
Ketika dugaan keracunan terjadi di dapur MBG, makan untuk sementara ditutup sampai hasil pemeriksaan keluar, dimana pihaknya akan menerbitkan surat resmi terkait penutupan sementara.
“Kami akan menerbitkan surat resmi dari pengawas terkait penutupan sementara dapur yang memasok MBG ke sekolah-sekolah yang siswanya mengalami keracunan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026