Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong perubahan pola tanam di wilayah pegunungan dengan kemiringan tinggi sebagai langkah mitigasi longsor dan banjir, menyusul bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya.
 

Ia mengatakan pihaknya baru saja mengunjungi lokasi bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Mentan menilai masih banyak tanaman hortikultura yang ditanam di lereng dengan tingkat kemiringan ekstrem, bahkan mencapai 30-45 derajat.

"Itu banyak tanaman hortikultura pada daerah pegunungan kemiringan tinggi. Ini harus kita ubah, ubah komoditasnya," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Menurutnya, lahan dengan kemiringan curam seharusnya ditanami tanaman perkebunan yang memiliki akar kuat, seperti kopi, alpukat, kelapa hingga kakao.

Tanaman tersebut dinilai lebih mampu menahan erosi tanah dan mengantisipasi potensi longsor maupun banjir di kemudian hari.

"Karena perakaran tanaman keras atau pohon-pohon atau perkebunan itu kuat, sehingga mengantisipasi lokasi longsor banjir ke depan," terangnya.

Amran menekankan bahwa perubahan pola tanam ini menjadi solusi permanen untuk mitigasi bencana berbasis pertanian.



Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawang
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026