Sekretaris Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rudiansyah di Cianjur Kamis, mengatakan, 148 bangunan sekolah SD yang tersebar mulai dari wilayah utara hingga selatan dilaporkan rusak sejak dua tahun terakhir tepatnya selama proses belajar mengajar dilakukan secara online karena pandemi COVID-19.
Baca juga: Disdikpora Cianjur luncurkan program sekolah gratis tekan angka putus sekolah
"Kami juga mendapat laporan sekitar 400 ruangan kelas rusak mulai dari sedang hingga berat, sehingga tahun depan kami akan memprioritaskan pembangunan sekolah yang rusak terutama yang ambruk," katanya.
Ia menjelaskan, untuk memperbaiki ratusan bangunan sekolah yang rusak dibutuhkan anggaran yang ditaksir mencapai Rp40 miliar. Saat ini sudah dilakukan pemetaan sekolah yang membutuhkan perbaikan dan pembangunan, termasuk pemetaan anggaran dari APBD sisanya dari DAK dan DAU.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.