Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sebanyak 32 kasus gigitan hewan liar menimpa masyarakat di sejumlah wilayah di Cianjur sepanjang Januari-April 2026.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur Javed Mataputung di Cianjur, Rabu, mengatakan tidak ada kasus rabies yang ditemukan dari puluhan kasus tersebut, hanya kasus gigitan hewan liar biasa.
Sejumlah kasus yang terjadi menimpa warga di Kecamatan Karangtengah, Cilaku, Cianjur dan yang terbaru di Kecamatan Cibeber, dimana satu orang anak mengalami luka serius akibat diserang monyet liar sehingga mendapat 35 jahitan.
"Puluhan korban gigitan hewan liar di sejumlah wilayah dipastikan telah dilakukan penanganan dan diberikan vaksin anti rabies dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.
Dia menjelaskan, untuk mengkonfirmasi rabies harus ada penyelidikan terlebih dulu guna memastikan rabies atau bukan, dimana pihaknya memiliki 11 Rabies Center terdiri dari delapan Puskesmas di beberapa kecamatan, dan tiga rumah sakit.
Untuk penanganan cepat korban gigitan hewan liar, pihaknya memastikan stok dan ketersediaan vaksin anti rabies sebanyak 232 vial, dengan rincian 180 vial diantaranya tersimpan di gudang farmasi dan 52 vial lain di 11 rabies center.
Seperti diberitakan warga Kampung Bobojong, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, diteror monyet liar sejak beberapa hari terakhir, selain menyerang warga juga melukai seorang anak usia 5 tahun yang sedang bermain di halaman rumah.
Kepala Desa Cimanggu Rohmad Budiman, mengatakan teror monyet liar sudah terjadi sejak 3 pekan lalu dan berpindah dari satu kampung ke kampung lain sehingga meresahkan dan membuat warga cemas karena tidak jarang menyerang warga.
Bahkan ungkap dia, monyet liar sempat menyerang sejumlah santri di pondok pesantren yang merasa trauma hingga saat ini dan tidak berani keluar lingkungan pondok setelah usai menjalani proses belajar mengajar
“Monyet yang menyerang hanya satu ekor dengan ukuran tubuh cukup besar memiliki taring yang tajam dan panjang, sehingga membuat warga ketakutan saat beraktivitas, bahkan anak usia lima tahun mengalami luka setelah diserang monyet yang tiba-tiba muncul," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026