Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat selama tiga hari terakhir mengangkut 6 ton sampah dari aliran Sungai Cikundul, didominasi sampah plastik yang dibuang masyarakat ke aliran sungai sehingga menumpuk di bagian hilir.
Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Selasa, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait tumpukan sampah di aliran sungai yang membuat bau tidak sedap dan langsung melakukan aksi pembersihan aliran Sungai Cikundul di Kecamatan Cikalongkulon hingga ke bagian hilir Waduk Cirata.
Tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai diduga kuat berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga di bagian hulu dan hanyut terbawa hingga ke hilir, tepatnya ke aliran Sungai Cikundul yang tersambung langsung ke Waduk Cirata.
"Selama tiga hari kegiatan, petugas berhasil mengangkut 6 ton sampah, di mana 80 persen di antaranya sampah plastik yang dibuang ke sungai dan menumpuk di bagian hilir, sehingga menyebabkan sampah lainnya mengendap dan menghasilkan bau tak sedap," katanya.
Untuk ke depan, pihaknya kembali menggencarkan sosialisasi guna meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran di bagian hulu agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena dampaknya dirasakan warga bagian hilir.
Ditambah tumpukan sampah di aliran sungai dapat memicu terjadinya bencana alam banjir seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah kecamatan di Cianjur, dimana sampah yang terbawa banjir menghiasi perkampungan warga terutama sampah plastik.
"Kami meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan rutin melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan tempat tinggal dari tumpukan sampah terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai, guna mencegah terpapar penyakit dan bencana banjir," katanya.
Sementara warga di Kampung Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon mengeluhkan tumpukan sampah yang menyelimuti Sungai Cikundul hingga Muara Waduk Cirata karena sampah yang menumpuk di aliran sungai menimbulkan bau tidak sedap.
Bahkan ditakutkan tumpukan sampah yang sudah mirip daratan di tengah sungai dapat menyebabkan banjir ketika debit air sungai meningkat disertai hujan deras yang masih kerap melanda kawasan Cikalongkulon terutama saat petang dan malam hari.
"Gundukan sampah kerap muncul usai hujan deras di kawasan hulu Sungai Cikundul, meningkatnya debit air membuat sampah yang dibuang sembarangan terbawa hanyut dan menumpuk di kawasan hilir tepatnya kawasan Kampung Maleber," kata Ketua RT setempat, Agus Setiawan.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026