Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menargetkan peningkatan kualitas pendidikan semua jenjang disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat termasuk melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Kamis, mengatakan saat ini pelajar di Cianjur memiliki akses yang sangat luas dalam mengembangkan kemampuannya melalui internet, sehingga dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran ketika dimanfaatkan secara bijak.
Sehingga dengan perkembangan teknologi saat ini yang mudah diakses, dapat menjadi peluang besar bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan akademik ketika digunakan secara tepat.
"Keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah tapi diperlukan keterlibatan seluruh pihak termasuk orang tua dan masyarakat," katanya.
Pendidikan, ungkap dia, adalah investasi jangka panjang sehingga kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan anak agar mampu bersaing di masa depan.
Termasuk pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan mampu menjawab tantangan zaman, penguatan kapasitas guru akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas peserta didik.
Sehingga para guru di Cianjur diminta dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam membangun kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan siswa.
"Akses internet yang luas dapat digunakan dalam berbagai pengembangan oleh guru dan siswa termasuk menggunakan AI membantu siswa memahami konsep yang sulit, melatih pemecahan masalah secara mandiri, dan mendorong kebiasaan belajar yang lebih cepat dan efektif," katanya.
Pihaknya berharap setiap tahunnya kualitas pendidikan di Cianjur terus meningkat, sehingga menghasilkan siswa yang berkualitas dan unggul ditunjang dengan tenaga pengajar yang mumpuni dengan berbagai bidang keilmuan.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.