Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendorong percepatan rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan, mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur, terwujud pada tahun 2026.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Selasa, mengatakan telah memetakan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas berdasarkan data yang dimiliki sebagai dasar pelaksanaan pembangunan secara bertahap setiap tahun anggaran.
Bahkan pihaknya menargetkan rehabilitasi ruang kelas yang rusak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 444 ruang kelas, menggunakan berbagai sumber anggaran mulai Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan provinsi, APBN, dan CSR perusahaan.
“Kami sudah memberikan laporan langsung ke Bupati Cianjur terkait pemetaan yang akan dilaksanakan, termasuk progres rehabilitasi setiap tahun anggaran, sehingga ratusan ruang kelas yang rusak berkurang setiap tahunnya,” kata Ruhli
Pihaknya optimistis pada tahun 2026 jumlah ruang kelas yang direhabilitasi maupun dibangun dapat menyamai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya, dimana saat ini alokasi anggaran yang bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) 2026 mencapai Rp10 miliar.
Anggaran tersebut difokuskan untuk menangani ruang kelas yang membutuhkan perbaikan, agar proses belajar mengajar berjalan lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Pihaknya menargetkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah rusak meningkat 20 persen setiap tahunnya, dimana kerusakan ruang kelas SD yang mendominasi sepanjang tahun dan sebagian besar akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia.
"Pembangunan dan revitalisasi ribuan sekolah di Cianjur dapat tuntas pada 2028 sehingga tidak ada lagi ruang kelas atau sekolah rusak pada 2029," katanya.
Dia menegaskan perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak dari berbagai sumber terus diupayakan mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), DAU, DAK, pemerintah pusat, hingga bantuan dari berbagai pihak termasuk swasta.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026