Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan datang lebih cepat di tahun 2026, terutama di sektor pertanian, salah satunya mempersiapkan infrastruktur irigasi yang berfungsi dengan baik.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan pemerintah daerah mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal sesuai informasi dari BMKG.

Hal tersebut dipicu berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026 yang mulai bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun, sehingga berbagai persiapan dilakukan dalam menghadapi kemarau yang dianggap ekstrem untuk daerah Cianjur.

"Saat ini kami tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama pada sektor pertanian yang berpotensi terjadinya kekeringan dengan mempersiapkan saluran irigasi yang berfungsi baik, bibit, dan pupuk yang mencukupi," katanya.

Bahkan, pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki riwayat rawan kekeringan saat musim kemarau, terutama daerah yang memang rawan menghadapi kekeringan seperti Kecamatan Cilaku, Cibeber, Karantengah, dan kecamatan lainnya.

Pemerintah daerah menyusun kajian terkait langkah antisipasi yang akan diambil di masing-masing wilayah ketika terjadi kekeringan, di mana hasil kajian dijadikan dasar kebijakan sebelum membuat surat edaran.

Meski pihaknya berharap kemarau panjang tidak terjadi, namun sejumlah langkah antisipasi dapat dilakukan sehingga produksi pertanian di Cianjur tetap berjalan dengan hasil yang sesuai dengan target.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian ketika kemarau panjang terjadi, sehingga dinas terkait diminta melakukan sejumlah langkah yang sama terutama dinas pertanian agar produksi padi dan tanaman pangan lainnya tetap tinggi," katanya.

Pihaknya akan menambah titik sumur bor ketika dibutuhkan di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekeringan, mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026