Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak lulusan Universitas Garut (Garut) yang baru diwisuda untuk terus memiliki semangat bela negara dengan masing-masing keahlian ilmunya untuk membangun bangsa khususnya Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi lebih maju.
"Saya menyadari bahwa salah satu yang sangat penting itu adalah meningkatkan menciptakan rasa cinta Tanah Air, rasa kesadaran untuk membela negara," kata Bupati saat pelaksanaan wisuda 1.160 lulusan baru Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 di kampus utama Uniga, Kabupaten Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, Uniga telah melahirkan banyak lulusan dari berbagai keilmuan yang saat ini sudah banyak tersebar mengabdi di masyarakat untuk berkontribusi membangun bangsa.
Saat ini untuk cinta dan bela negara, kata dia, tidak harus memegang senjata, tapi dapat melakukan berbagai cara berkontribusi dalam menjaga kehormatan, kebanggaan, dan ketahanan bangsa.
"Bela negara tidak usah memegang senjata yang penting adalah mereka bekerja maksimal untuk kehormatan, kebanggaan, dan ketahanan bangsa ini," kata Abdusy Syakur mantan Rektor Uniga itu.
Ia menyampaikan, Uniga selama ini sudah menerapkan sistem pendidikan yang mewajibkan mahasiswanya termasuk wisudawan saat ini sudah mengikuti kegiatan bela negara bekerja sama dengan Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati di Cibuluh, Garut.
Bupati memberikan hormat bagi mereka yang selama ini memberikan jiwa raganya untuk negara melalui berbagai profesinya seperti TNI, Polri, petani, lulusan Uniga dan lainnya.
"Semua ini kita lakukan soal dengan minat bakat kita, tetapi tidak lepas dari kita untuk bersama-sama menjaga ketahanan negara," katanya.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI T.B Ace Hasan Syadzily yang hadir dalam acara wisuda tersebut menyampaikan, pihaknya siap menurunkan tenaga pengajar maupun menjadi narasumber memberikan pendidikan bela negara, dan ketahanan nasional bagi mahasiswa Uniga.
"Jadi, Pak Rektor membutuhkan tenaga pengajar untuk pendidikan bela negara di sini, kami tentu akan senang hati mengirimkan utusan dari Lemhanas," katanya.
Rektor Uniga Irfan Nabhani mengatakan, Uniga memiliki konsep yang sangat jelas tentang iman, ilmu, dan amal untuk meningkatkan kompetensi diri mahasiswa yang berintegritas, dan religius.
"Sebenarnya itu sudah sangat jelas, jadi konsep ilmu, iman, dan amal itu sangat terkait dengan konsep integritas," katanya.
