Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak semua elemen masyarakat memahami dengan baik sejarah daerah itu, karena menjadi kunci meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan daerah setempat pada masa mendatang. 

"Semua elemen masyarakat Garut harus memahami sejarah sebagai kunci untuk melangkah ke depan membangun Garut yang lebih maju dan sejahtera," katanya saat menggelar Upacara Adat Mapag dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-213 Garut di Garut, Jawa Barat, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa membangun Garut harus secara serius agar pada masa mendatang semakin banyak perubahan kemajuan terjadi di daerah tersebut.

Pada acara itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengingat kembali awal mula keberadaan kabupaten itu dengan perjuangan para leluhur setempat, terlebih terkait dengan rangkaian peringatan haji jadi daerah setempat.

"Untuk mengingat kembali kepada masyarakat Kabupaten Garut tentang akan perjalanan awal pertama keberadaan Kabupaten Garut, serta mengingat kembali apa yang sudah dilakukan oleh para leluhur kita," katanya.

Pemkab Garut mulai menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Ke-213 Garut yang puncaknya pada 16 Februari 2026 dengan agenda acara berkaitan dengan sejarah daerah tersebut.

Pada Kamis, berlangsung prosesi upacara adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Garut sebagai tempat awal berdiri Kabupaten Garut.

Selanjutnya, upacara adat Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut di Jalan Kiansantang Kecamatan Garut Kota sebagai simbol kemajuan Garut, selanjutnya berziarah ke makam Bupati Garut sebelumnya.

"Jadi, Garut itu tidak berdiri serta-merta, ada prosesnya karena ada air itu kan simbol kehidupan, dan nol itu simbol kemajuan," katanya.

Ia menyampaikan upacara tersebut sebagai peristiwa penting untuk merenungkan kembali awal mula berdiri Kabupaten Garut serta jasa para leluhur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengatakan kegiatan di lingkungan SMPN 1 Garut itu, karena terdapat Sumur Ci Garut yang diidentifikasi sebagai salah satu peninggalan awal sejarah Garut.

Sumur tersebut, kata dia, bukan hanya mata air melainkan sumber cerita, kehidupan, dan sebagai langkah pertama membangun peradaban di Kabupaten Garut.

"Proses 'ngarawat' sumur ini merupakan wujud pengingat dan penghormatan kepada leluhur yang sudah menancapkan jejak sejarah di Kabupaten Garut," katanya.

Ia menjelaskan prosesi Napak Darma Lingga Buana berlokasi di Titik Nol Garut memiliki simbol identitas dan komitmen kuat untuk membangun Garut yang adil, makmur, dan sejahtera.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat Garut, terutama generasi muda, bisa lebih mengenal dan bangga pada sejarah tanah kelahirannya, kemudian menjadi jati diri dan semakin bersemangat menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.

"Ini menjadi langkah awal yang mulia untuk menjaga dan menguatkan jati diri Garut agar tetap lestari, dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026