Garut (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Aten Munajat menyatakan upaya pemerintah provinsi untuk melakukan penguatan kualitas sekolah harus merata tidak hanya fokus pada program unggulan seperti Sekolah Maung, tapi juga semua sekolah lainnya.
"Perlu memastikan anggaran pendidikan tidak hanya fokus pada program unggulan seperti Sekolah Maung, tetapi juga memperkuat sekolah reguler agar persoalan akses pendidikan massal tetap menjadi prioritas," kata Aten Munajat di Kabupaten Garut, Selasa.
Ia menuturkan, sekolah tingkat SMA/SMK swasta dan negeri di Provinsi Jawa Barat cukup banyak yang tentunya semua sekolah tersebut harus mendapatkan perhatian kualitas pendidikannya.
Selama ini, kata dia, banyak masyarakat yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri sementara kapasitas sekolahnya masih terbatas baru sekitar 43,9 persen dari total daya tampung pendidikan menengah.
"Intinya, kekhawatiran orang tua wajar karena kursi negeri memang terbatas, kapasitas negeri sendiri hanya sekitar 43,9 persen dari total daya tampung pendidikan menengah," katanya.
Ia menyampaikan, Sekolah Maung yang disiapkan di setiap kota/kabupaten tentu kapasitasnya akan terbatas, tidak akan menampung semua siswa yang ingin ke sekolah unggulan.
Adanya keterbatasan kapasitas di sekolah negeri apalagi yang unggulan, kata dia, maka solusinya pemerintah harus menyiapkan jalur alternatif dengan standar dan kualitas pendidikan yang merata di sekolah swasta maupun negeri yang bukan status Sekolah Maung.
"Tidak semua siswa akan masuk negeri, dan pemerintah harus menyiapkan jalur alternatif yang berkualitas," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jabar segera membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 khusus untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada 25-29 Mei mendatang dengan hanya menerima siswa melalui jalur prestasi.
Dinas Pendidikan Jabar menyampaikan program sekolah unggulan tersebut diarahkan sepenuhnya untuk menjaring siswa baru melalui jalur prestasi, baik akademik maupun bukan akademik, dengan total daya tampung mencapai 21 ribu siswa.
Tercatat, sebanyak 41 sekolah negeri diberbagai daerah di Jawa Barat telah ditetapkan masuk ke dalam program Sekolah Maung. Komposisinya terdiri atas 28 SMA negeri, dan 13 SMK negeri.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.