Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajarannya mengecek stok barang pangan pokok di pasar induk tradisional Kabupaten Garut, Jawa Barat memastikan pasokan tersedia aman, dan harganya stabil memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan.

"Kita menjaga stabilitas harga produk bahan pokok penting," kata Bupati saat meninjau langsung ketersediaan pangan di Pasar Induk Ciawitali, Garut, Kamis.

Ia menuturkan, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk terus memantau dan menjaga stabilitas ketersediaan, dan harga pangan bagi masyarakat menjelang Ramadhan, maupun saat Hari Raya Idul Fitri.

Jajaran Pemkab Garut, kata dia, saat ini melakukan pengecekan untuk memastikan ketersediaan barang pokok penting aman atau tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

Ia menyampaikan, jelang momentum hari besar itu seringkali terjadi peningkatan kebutuhan pangan masyarakat yang akhirnya berdampak pada ketersediaan dan harga menjadi naik.

"Ini diduga akan ada kenaikan menghadapi meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa, munggahan, dan juga nanti Lebaran, sehingga kami tugaskan pak kadis untuk terus monitoring, dan mencari solusi," katanya.

Ia menyampaikan selain mengecek langsung memastikan ketersediaan pangan, pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan, melainkan secukupnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Jika ketersediaan barang pangan kurang, kata dia, maka pihaknya akan mencari barang tersebut ke daerah pemasok, juga akan menggelar operasi pasar murah untuk mengendalikan harga.

"Misalkan kan pemerintah selama ini ada gelar pangan murah untuk mengantisipasi menekan harga dan lain-lain, yang kita ketahui sebentar lagi akan ada BPNT (bantuan pangan non tunai), pembagian bahan pokok beras," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Efendy menambahkan, kebutuhan barang pangan di pasaran dipastikan tersedia cukup.

Harga beberapa komoditas pangan di lapangan, kata dia, masih tergolong wajar, tidak terjadi kenaikan sampai 50 persen, seperti beras aman Rp13.000 per kilogram, kemudian bawang merah harga normal pada kisaran Rp31.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000 per kilo, telur ayam Rp31.000 per kilogram, namun untuk cabai merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp43.000 per kilogram.

"Pada umumnya semuanya aman tersedia, jadi, masyarakat harus tenang saja, barangnya ada banyak, perkembangan harga walaupun ada kenaikan tapi masih stabil," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026