Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan asesmen terhadap tiga kampung yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong untuk memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
"BPBD Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan asesmen ke lokasi kejadian," kata Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Abud Abdullah, di Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Garut pada Jumat (13/2) menyebabkan tembok penahan tanah longsor di Kampung Pasir Guling sepanjang 20 meter dan tinggi sekitar 2 meter mengancam satu rumah dengan penghuni empat jiwa.
Selanjutnya longsor irigasi pertanian di Kampung Karahkal sepanjang 10 meter dengan lebar 1,2 meter, dan tinggi 3 meter rusak menyebabkan area sawah seluas 3 hektare tertimbun tanah longsor.
Kampung lainnya, kata dia, yakni longsor tembok penahan tanah permukiman warga sepanjang 10 meter dan tinggi 2 meter rusak di Kampung Pasirluhur mengancam satu bangunan Masjid Al-Mu’min.
"Longsor itu berdampak terhadap permukiman warga, lahan pertanian serta irigasi pertanian," katanya.
Ia menyampaikan bahwa tim asesmen yang turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan akses mobilisasi masyarakat tidak terganggu, yang selanjutnya dilakukan upaya perbaikan.
Sementara, lanjut dia, tim asesmen di lapangan membersihkan material longsoran tanah dan memberikan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari daerah longsor yang khawatir terjadi susulan karena saat ini masih musim hujan.
"Pergerakan tanah masih berpotensi terjadi terutama saat hujan turun," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini pihaknya menutup bagian titik longsor dengan terpal untuk menghindari jenuh air, sebelum nanti dilakukan perbaikan oleh dinas teknis.
"Area sekitar longsoran telah dipasang tanda peringatan sementara oleh aparat setempat," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Garut asesmen tiga kampung yang terdampak bencana longsor
