Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menargetkan perbaikan sekitar 2.000 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2026 sebagai bagian dari program prioritas daerah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Kamis, menjelaskan bahwa angka tersebut berasal dari berbagai saluran pengajuan, baik melalui kepala desa lewat Rembug Bedas maupun langsung dari dinas terkait.
"Target kita itu ternyata, di tahun ini tuh kurang lebih sekitar 2000-an dan ada yang dititipkan melalui Kepala Desa dengan program Rembug Bedas, ada juga yang langsung dari dinas," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 1.000 dari total 2.000 rumah yang menjadi target perbaikan Rutilahu akan disalurkan melalui Dinas Perkimtan.
"Sehingga yang biasanya itu ada di angka 3.600 sekarang berkurang karena anggaran berkurang, maka untuk Rutilahu ini disimpan di Dinas Perkimtan sekitar kurang lebih sekitar 1.000 rumah," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendata sebanyak hampir 25 ribu rumah yang harus diperbaiki dan akan didorong ketika anggaran yang diberikan mencukupi.
"Tapi kalau seandainya di sini Transfer ke Daerah (TKD) kembali lagi kepada semula, kita akan genjot lagi, karena ternyata tercatat dengan data-data yang baru hampir 25 ribu rumah lagi yang harus kita perbaiki," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan upaya penuh untuk mendukung rencana bupati dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut akan mendorong percepatan optimalisasi peta kebutuhan masyarakat, baik dari sisi Rutilahu, penanganan kawasan kumuh, maupun pemakaman, guna mendukung program bupati tersebut.
"Dengan pernyataan Bupati terkait tiga kebutuhan dasar masyarakat, kami di daerah berupaya mengoptimalkan peta kebutuhan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan baik dari sisi Rutilahu, penanganan kawasan kumuh, maupun pelayanan terhadap permakaman," jelasnya.
