Cianjur (ANTARA) - Pengelola Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat angka kunjungan selama satu bulan terakhir ke situs tertua di dunia itu mencapai 2.400 orang, 86 orang di antaranya wisatawan mancanegara.
Juru pelihara sekaligus Koordinator Pengelolaan Situs Gunung Padang Yuda di Cianjur, Selasa, mengatakan kunjungan wisatawan asing dari berbagai negara seperti Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.
"Hampir setiap akhir pekan ada wisatawan asing yang datang lima sampai 10 orang dari berbagai negara. Peningkatan yang cukup tinggi terjadi sepanjang bulan Juli atau satu bulan terakhir," katanya.
Sebagian besar wisatawan asing yang datang sengaja untuk melihat situs yang disebut lebih tua dari piramida Giza di Mesir, dan beberapa orang di antaranya peneliti dan penulis. Mereka mengetahui keberadaan Gunung Padang dari media sosial.
Dia menyebutkan keberadaan situs megalitikum di Kecamatan Campaka itu mulai dikenal luas hingga mancanegara setelah setelah tim ahli melakukan penelitian beberapa tahun yang lalu dan tahun 2025 kembali dilanjutkan.
"Kunjungan wisatawan asing ke Gunung Padang terus meningkat setelah penelitian dilakukan beberapa tahun lalu, biasanya akhir pekan jumlahnya akan terlihat jelas berbaur dengan wisatawan dalam negeri," katanya.
Pihaknya yang dipercaya sebagai juru pelihara situs mendukung penuh penelitian dan pemugaran lanjutan dilakukan guna mengungkap misteri yang tersimpan di balik pundan berundak yang disebut sudah berdiri 5.000 tahun sebelum masehi.
Bahkan ketika misteri yang tersimpan dapat terungkap, tentunya akan berdampak luas bagi masyarakat sekitar terutama perekonomian, di mana angka kunjungan akan terus bertambah sehingga dapat menjadi penghasilan bagi warga sekitar.
"Tentunya akan berdampak positif, di mana masyarakat sekitar situs dapat mengembangkan usaha mulai dari rumah penginapan atau homestay, warung, dan fasilitas pendukung lain," katanya.
Seorang turis asal Pakistan, Mansur, mengaku mengetahui keberadaan situs tertua di dunia itu dari internet, sehingga saat mendapat kesempatan berkunjung ke Indonesia, dia meminta diantar ke Cianjur untuk melihat langsung Situs Megalitikum Gunung Padang.
"Ini salah satu keajaiban buatan manusia yang patut dipromosikan secara luas. Gunung Padang memiliki daya tarik historis yang kuat dan layak dikenal dunia. Saya mendorong pemerintah Indonesia lebih gencar mempromosikan destinasi unggulannya," kata dia.
