Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memfokuskan pencegahan dan mitigasi bencana di sejumlah wilayah rawan terjadi bencana alam mulai dari utara hingga selatan seiring cuaca ekstrem yang masih melanda hingga akhir Januari 2026.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Rabu, mengatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait kinerja dan pelaksanaan program 2025 dimana masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di tahun 2026.
"Evaluasi program 2025 terutama difokuskan pada sektor pembangunan agar ke depan dapat berjalan lebih maksimal, kami juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Cianjur, sehingga menjadi perhatian khusus," katanya.
Berbagai upaya dilakukan mulai dari pencegahan dan mitigasi di wilayah yang memiliki riwayat bencana alam cukup tinggi pada tahun 2025 mulai dari longsor, banjir dan pergeseran tanah serta bencana alam lainnya.
Termasuk melibatkan jajaran kecamatan dan desa guna meminta masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta jeli membaca tanda alam akan terjadinya bencana alam, sehingga dapat dilakukan berbagai langkah termasuk penanganan cepat.
"Informasi dari BMKG wilayah Cianjur diprediksi mengalami curah hujan tertinggi pada bulan Januari, sehingga kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus terus ditingkatkan guna meminimalisir kerusakan atau korban jiwa saat terjadi bencana," katanya.
