Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) bisa menjadi bank terbesar dan tersehat di Indonesia dengan mengoptimalkan ekosistem investasi di Jawa Barat yang nilainya menembus Rp296,8 triliun.
Dedi menilai, status BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak boleh membatasi ruang geraknya, sehingga dia mendorong untuk dilakukan ekspansi, yang kuncinya terletak pada keberanian bermitra langsung dengan perusahaan-perusahaan industri yang menjadi penopang utama realisasi investasi di Tanah Pasundan.
"Bank BJB harus masuk ke area industri yang hari ini membuat investasi di Jabar tertinggi se-Indonesia, kalau semuanya menjadi mitra maka BJB akan jadi bank terbesar dan sehat," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Sabtu.
Dorongan Dedi tersebut, didasarkan pada data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI yang menempatkan Jawa Barat sebagai juara investasi nasional sepanjang 2025.
Realisasi investasi di provinsi ini tercatat mencapai Rp296,8 triliun atau surplus hingga 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Komposisi investasi tersebut dinilai seimbang dan potensial bagi sektor perbankan, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp147,02 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun.
Dedi menegaskan, kepercayaan investor asing maupun domestik yang begitu tinggi, harus ditangkap sebagai peluang captive market oleh BJB, bukan sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026