Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menurunkan tim untuk menangani daerah terdampak bencana tanah longsor di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, sekaligus memastikan masyarakat dalam kondisi aman dari bahaya.
"Upaya yang dilakukan asesmen dan pelaporan, mengamankan lokasi dan masyarakat sekitar lokasi bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani di Ciamis, Selasa.
Ia menuturkan, hujan deras yang berlangsung lama menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana tanah longsor di kampung itu pada Senin (11/5) malam. Beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Bencana longsor, kata dia, menyebabkan tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter dan lebar 29 meter longsor beserta pohon bambu menutupi saluran Irigasi Gintung di Dusun Sukamaju, kemudian tanggul saluran Irigasi Depok jebol, dan longsor di Dusun Cibulakan.
"Tanggul saluran Irigasi Depok jebol, dan longsor mengakibatkan dua rumah tertimbun dan empat rumah terdampak, korban jiwa nihil," katanya.
Ia menyebutkan, rumah yang terdampak longsor yakni satu rumah terancam di Dusun Sukamaju, dan dua rumah tertimbun, dan empat rumah terancam di Dusun Cibulakan, sehingga penghuninya harus mengungsi ke tempat lebih aman.
Ia menyampaikan, korban terdampak longsor membutuhkan bantuan mendesak berupa logistik, terpal, karung, makanan siap saji, dan bantuan pembersihan lokasi longsor.
"Korban mengungsi dari Dusun Sukamaju satu KK dan dari Dusun Cibulakan enam KK di rumah tetangga yang dipastikan aman," katanya.
Ani menyampaikan, saat ini status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Ciamis dari Oktober 2025 sudah selesai sampai 30 April 2026, dan saat ini sedang bersiap melakukan penanganan bencana kemarau.
Namun cuaca saat ini tidak menentu, masih seringkali turun hujan, sehingga diimbau masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor maupun lainnya seperti banjir untuk selalu waspada saat hujan.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026