Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan penanganan bencana tanah longsor di 10 titik yang tersebar di lima kecamatan terdampak hujan deras guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan aktivitas warga kembali berjalan normal.
"Sebagian material sisa longsoran sudah mulai disingkirkan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat setempat dan BPBD," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani di Ciamis, Rabu.
Ia menuturkan, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Senin (11/5) tengah malam menyebabkan bencana tanah longsor dan juga banjir.
Ia menyebutkan daerah yang terdampak bencana alam longsor yakni di Desa Sukamaju, kemudian banjir dan longsor di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti.
Selanjutnya tanah longsor di Desa Margaharja, dan Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, lalu di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih. Lokasi lainnya di Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga.
"Tim telah melaksanakan asesmen tanah longsor dan gerakan tanah di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari," katanya.
Ia mengatakan, hasil kajian sementara bencana yang melanda wilayah tersebut salah satunya karena struktur tanah yang labil dan adanya lahan basah di sekitar lokasi sehingga meningkatkan potensi tanah longsor.
"Kondisi tersebut dipicu oleh air hujan yang terus mengikis permukaan lereng, sehingga mengakibatkan pergerakan tanah ke area di bawahnya," ujar Ani.
Ia menyebutkan bencana longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya sebagian warga harus mengungsi ke tempat aman akibat terjadi kerusakan pada rumahnya.
Ia merinci, di Kecamatan Sukadana terdapat 14 rumah terdampak di Desa Bunter dan satu rumah di Desa Margaharja. Sementara di Kecamatan Cihaurbeuti, tercatat empat rumah terdampak serta satu rumah dalam kondisi terancam.
Selain itu, satu rumah mengalami kerusakan ringan di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari. Sementara di Kecamatan Sindangkasih, dampak serupa dilaporkan terjadi di Desa Budiasih dan Desa Sukaraja yang masing-masing mengenai satu rumah warga.
Sisanya, kata dia, material tanah longsor yang menutup akses jalan desa sudah dilakukan perbaikan secara gotong royong sehingga tidak mengganggu mobilisasi masyarakat.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.