Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, melakukan percepatan pembersihan tumpukan sampah di kawasan Waduk Saguling dengan menurunkan sepuluh unit armada pengangkut sampah.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail di Bandung Barat, Kamis, mengatakan pemerintah daerah langsung bergerak untuk menangani persoalan tersebut agar dampak sampah tidak semakin meluas.

“Untuk sampah yang menumpuk di pinggir Waduk Saguling kami segera angkut dan diselesaikan sekarang agar tidak semakin berdampak luas,” ujarnya.

Dirinya menyatakan bahwa langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi sampah yang telah menumpuk selama berbulan-bulan dan mulai berdampak pada kualitas lingkungan sekitar waduk.

Selain armada pengangkut, pemkab juga mengerahkan satu unit ekskavator bantuan dari Indonesia Power untuk mempercepat proses pembersihan di titik-titik yang sulit dijangkau.

Menurut Asep, penanganan sampah di kawasan tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak karena masih terkendala keterbatasan sarana dan anggaran daerah.

“Efisiensi anggaran dan keterbatasan armada menjadi tantangan. Kami sedang mengupayakan dukungan hibah dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat, Ibrahim Adjie, menyebutkan bahwa pihaknya masih menghadapi kendala koordinasi di lapangan, terutama karena belum adanya kerja sama resmi pengangkutan sampah di kawasan tersebut.

“Belum ada MoU dengan DLH terkait pengangkutan sampah, sehingga tanggung jawab utama ada pada pengelola kawasan,” katanya.

Meski demikian, DLH tetap melakukan penanganan sementara sambil menunggu kejelasan skema kerja sama antar pihak terkait.

Di sisi lain, penumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga dan plastik itu telah berdampak pada kondisi perairan waduk yang menjadi keruh dan berbau.

Sementara itu, Senior Manager IP Saguling, Doni Bakar, menilai kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akibat meningkatnya pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.

"Terkait dampak sampah terhadap produksi listrik, tentu ada pengaruhnya. Memang tidak terjadi secara cepat, tetapi perlahan-lahan akan berdampak. Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok," jelasnya.

Pertumbuhan eceng gondok yang masif dan meningkatnya sedimentasi akibat sampah akan mempengaruhi daya tampung dan ketahanan alat produksi pembangkit listrik.

"Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang. Ketika kapasitas air menurun operasional PLTA juga akan terdampak arena pasokan air menjadi berkurang," ungkapnya.

Pembersihan ini ditargetkan dapat menjadi langkah awal penanganan berkelanjutan agar fungsi Waduk Saguling tetap terjaga dan tidak semakin terdampak pencemaran sampah.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026