Indramayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebutkan Program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) dapat membantu mempercepat modernisasi sektor tersebut sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani.
Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Jumat, mengatakan Program PM-AAS menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien. Kalau kita tidak melakukan modernisasi, pertanian kita bisa stagnan,” katanya.
Menurut dia, program tersebut kini sudah diterapkan melalui kegiatan tanam perdana PM-AAS di Desa Plosokerep Kecamatan Terisi, Indramayu pada Rabu (13/5).
Ia menuturkan Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar di sektor pertanian, karena ditunjang luas lahan sawah yang mencapai hampir 125 ribu hektare.
Kondisi tersebut, kata Lucky, membuat Indramayu tetap menjadi salah satu lumbung padi nasional yang memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan pangan.
Ia mengatakan pertanian telah menjadi budaya sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat Indramayu, sehingga modernisasi sektor tersebut perlu terus diperkuat.
“Kami siap mendukung pelaksanaan Program PM-AAS, termasuk mendorong optimalisasi pemanfaatan bantuan pertanian yang diberikan pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Barat Detia Tri Yunandar mengatakan luas lahan PM-AAS di Desa Plosokerep mencapai 100 hektare yang terbagi dalam empat titik kegiatan.
Pihaknya mendata lahan tersebut terdiri atas 70 hektare optimalisasi lahan dan 30 hektare lahan reguler, untuk mendukung penerapan sistem pertanian modern.
“Untuk 30 hektare lahan reguler dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu lima hektare kegiatan tanam, kemudian di bagian utara dilakukan penyemprotan herbisida menggunakan drone sprayer, dan 20 hektare lainnya masih dalam proses pengolahan lahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan program tersebut melibatkan 83 anggota kelompok tani, yang tergabung dalam 10 kelompok tani dan satu brigade pangan.
Detia menambahkan Kabupaten Indramayu menjadi satu-satunya lokasi PM-AAS yang melibatkan brigade pangan secara langsung, dalam pelaksanaan program tersebut.
Sedangkan, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan Husnain mengatakan PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang diadopsi dari Arkansas, Amerika Serikat, dan menjadi proyek percontohan nasional di 14 provinsi.
“Kita targetkan hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektare. Kabupaten Indramayu memiliki luasan lahan sawah terbesar di Indonesia sehingga diharapkan dapat menjadi andalan pertanian nasional,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.