Bandung Barat (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggencarkan kolaborasi dalam penanganan eceng gondok di Waduk Saguling guna menjaga keberlangsungan operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebagai sumber energi terbarukan.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, di Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, mengatakan keberadaan eceng gondok menjadi tantangan serius karena berpotensi mengganggu aliran air sebagai energi primer pembangkit.
“Waduk Saguling merupakan energi primer bagi PLTA, sehingga keberlanjutan sangat bergantung pada kondisi perairan yang bersih dan terjaga. Kami terus melakukan berbagai upaya, mulai dari pembersihan rutin, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan kolaborasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan PLTA Saguling sebagai objek vital sangat bergantung pada kondisi waduk yang optimal sehingga berbagai langkah pengendalian terus dilakukan untuk memastikan kinerja pembangkit tetap andal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare eceng gondok telah dibersihkan dari area waduk. Pembersihan dilakukan setiap hari dengan dukungan alat berat serta personel dari TNI dan Satgas Citarum Harum.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim 0609 Cimahi, Letkol Inf Ratno, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan infrastruktur vital.
“Kami bersama jajaran siap mendukung kegiatan pembersihan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan keberlangsungan infrastruktur vital. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persoalan eceng gondok di Waduk Saguling,” katanya.
Selain pembersihan, upaya juga diarahkan pada pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kerajinan tangan, pakan ternak, hingga pupuk organik.
Pegiat lingkungan sekaligus Ketua Bening Saguling Foundation, Indra Darmawan, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan eceng gondok secara berkelanjutan.
“Kami terus mendorong pendekatan berbasis masyarakat, tidak hanya melalui aksi pembersihan, tetapi juga pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran Sungai Citarum menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air waduk.
Dengan kolaborasi antara PLN Indonesia Power, masyarakat, pemerintah daerah, dan TNI, diharapkan kondisi Waduk Saguling tetap terjaga sehingga PLTA dapat beroperasi optimal sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026