Bandung Barat (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling melanjutkan membersihkan hamparan eceng gondok seluas 8,5 hektare di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling Doni Bakar mengatakan pembersihan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di sejumlah titik prioritas dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.
“Pembersihan sekitar 8,5 hektare eceng gondok di Waduk Saguling dilakukan setiap hari secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang memerlukan perhatian lebih sehingga proses pembersihan dapat berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan di Bandung Barat, Rabu.
Dirinya menjelaskan bahwa pembersihan tersebut dilakukan berkolaborasi dengan beberapa pihak guna menciptakan hasil yang optimal.
Ia menyebut pihaknya juga telah menerjunkan alat berat serta pengangkutan manual oleh personel lapangan di titik-titik yang terdampak pertumbuhan gulma air.
"Pembersihan ini juga dilakukan secara bertahap bersama Satuan Tugas Citarum Harum, Kodim (Komando Distrik Militer) 0609 Cimahi, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat, baik menggunakan alat berat dan manual,” katanya.
Selain pembersihan, PLN Indonesia Power juga mendorong pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi seperti kerajinan, pupuk, dan pakan ternak sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
"Pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi juga terus didorong sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan," jelasnya.
Menurut dia, eceng gondok merupakan gulma invasi yang dapat tumbuh cepat di perairan kaya nutrien sehingga berpotensi menutupi permukaan waduk dan mengganggu aliran air, sirkulasi perairan, hingga operasional pembangkit listrik tenaga air apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.
Kondisi ini juga dinilai dapat meningkatkan potensi berkembangnya nyamuk di sekitar area waduk yang aliran air terhambat eceng gondok, terutama pada zona yang tertutup rapat oleh gulma air.
Ia menyebut penanganan tersebut menjadi penting dilakukan karena kawasan Waduk Saguling yang memiliki peran strategis dalam sistem pengelolaan sumber daya air dan energi di Jawa Barat.
Waduk Saguling sendiri memiliki luas genangan sekitar 5.600 hektare dan merupakan bagian dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bersama Waduk Cirata dan Jatiluhur yang saling terhubung dalam pengelolaan sumber daya air dan energi di Jawa Barat.
Waduk ini juga menopang operasional Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling berkapasitas sekitar 700 megawatt dengan kapasitas tampungan air sekitar 959 juta meter kubik.
PLN Indonesia Power UBP Saguling berharap dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan fungsi Waduk Saguling sebagai penopang sistem ketenagalistrikan sekaligus pengendali tata air di kawasan DAS Citarum.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026