Cianjur (ANTARA) - Perum Bulog Subdivre Cabang Cianjur, Jawa Barat, mencatat stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cianjur sebesar 21 ribu ton dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah selama empat bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cabang Cianjur Yanto Nurdianto di Cianjur, Rabu, mengatakan seiring tingginya penyerapan gabah panen petani di tiga wilayah, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, membuat stok beras terus bertambah.
Stok yang ada berpotensi bertambah seiring proses penyerapan gabah dari petani yang terus berjalan, stok tersebut merupakan persediaan untuk memenuhi kebutuhan tiga wilayah Cianjur, Sukabumi dan Sukabumi.
"Kami mencatat dari dua gudang Cianjur sebanyak 21 ribu ton beras mencukupi hingga lima bulan ke depan untuk masyarakat di tiga wilayah, bahkan diperkirakan akan terus bertambah jumlahnya," kata dia.
Sedangkan untuk menjaga harga tetap stabil pihaknya menggencarkan pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta memperluas distribusi beras melalui berbagai jaringan penyaluran.
Penyaluran dilakukan melalui toko di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, hingga kegiatan pasar murah yang digelar bersama dinas dan instansi terkait di Pemkab Cianjur, dimana kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari TNI/Polri.
Termasuk dalam menjaga stok dan distribusi serta stabilisasi harga, pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan pangan pada masyarakat, dimana penerima manfaat mendapatkan bantuan 10 kilogram beras sebanyak dua kali bagi ratusan ribu penerima di Cianjur.
"Kami berharap dengan disalurkannya bantuan beras pemerintah untuk masyarakat dapat meringankan beban mereka serta dapat menekan kenaikan harga pada saat hari besar keagamaan termasuk menjelang Idul Adha 2026," katanya.
Pihaknya optimis stok beras akan terus bertambah seiring penyerapan gabah petani di tiga wilayah yang masih terus berjalan, bahkan sepanjang tahun 2026 gabah yang sudah terserap mencapai 38 ribu ton.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026