Kuningan (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Ika Siti Rahmatika mendorong penguatan kearifan lokal di Kabupaten Kuningan, Jabar, dapat masuk dan diintegrasikan ke ruang digital agar nilai budaya tetap terjaga di tengah arus perkembangan teknologi informasi.

Ika dalam keterangannya di Kuningan, Rabu, menyampaikan kearifan lokal harus mampu beradaptasi dengan era media sosial tanpa kehilangan substansi nilai yang diwariskan.

“Kearifan lokal seperti nilai kesantunan, gotong royong, dan saling menghargai harus dibawa juga ke ruang digital. Jangan sampai teknologi justru menggerus budaya kita,” ujarnya.

Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial saat ini, perlu diimbangi dengan literasi digital dan kesadaran etika bermedia yang perlu ditumbuhkan pada benak generasi muda.

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan platform digital.

“Apa yang kita tulis bisa berdampak besar, bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga bagi orang lain,” katanya.

Selain itu, ia menekankan masyarakat perlu untuk menyaring informasi, sebelum menyebarkannya ke media sosial agar tak mudah termakan informasi hoaks.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar Wahyu Mijaya mengatakan pihaknya telah melaksanakan diskusi kelompok terpumpun untuk penguatan kearifan lokal di Kuningan pada Jumat (20/2).

Ia menyebutkan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai komitmen memperkuat identitas dan karakter masyarakat di tengah tantangan globalisasi.

“Kami ingin budaya dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dari budaya itulah lahir jati diri dan kekuatan sosial masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan kearifan lokal harus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan serta memperkuat kohesi sosial di Provinsi Jabar.

“Kami berharap terbangun sinergisitas antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga akar budaya sekaligus merawat lingkungan demi mewujudkan Jabar yang berkarakter,” katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026