“Dalam rapat itu, disepakati penyerahan benih dari penyedia kepada penerima bantuan harus dilengkapi dengan peta poligon dan dituangkan dalam berita acara serah terima barang,” katanya.
Berdasarkan hasil sinkronisasi data, kata dia, realisasi penyaluran benih bongkar ratoon tebu di Kabupaten Majalengka telah mencapai 417 hektare dari target 1.000 hektare hingga 9 Januari 2026.
Ia mengemukakan untuk memenuhi kekurangan penyaluran benih tersebut, pihak penyedia telah menyatakan kesanggupan guna segera mendistribusikan sisa benih bongkar ratoon.
“Distribusi lanjutan, seluas 583 hektare untuk Kabupaten Majalengka yang ditargetkan rampung paling lambat pada pekan keempat Januari 2026,” katanya.
Baca juga: Pemkab Majalengka menargetkan produksi jagung 112 ribu ton pada 2026
Baca juga: Pemkab Majalengka memprioritaskan penanganan banjir di wilayah Cikijing
Baca juga: Mendes PDT: 20 ribu Kopdes Merah Putih sudah dibangun pada akhir tahun ini
