Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2026 sebanyak 630 ribu ton dari lahan seluas 140 ribu hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Cianjur, Dandan Hendrayana di Cianjur, Senin, mengatakan target produksi padi tahun 2026 masih berpotensi mengalami perubahan seiring hasil koordinasi lintas sektor termasuk dengan Provinsi Jawa Barat.
“Ditargetkan sebesar 630.402 ton dari luas tanam sekitar 140 ribu hektare, namun sifatnya tentatif karena harus dikonsultasikan dengan dinas provinsi,” katanya.
Untuk luas tanam padi tahun ini, ungkap dia, diproyeksikan mencapai 140 ribu hektar terdiri dari padi sawah sekitar 131 ribu hektar dan padi ladang sekitar 9 ribu hektar berdasarkan proyeksi awal penargetan produksi.
Guna mencapai target tersebut, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis termasuk melakukan pemutahiran data luas lahan sawah berdasarkan data Kementerian ATR/BPN yang telah diverifikasi.
Dimana data tersebut dipetakan hingga tingkat kecamatan dan desa, termasuk melakukan identifikasi indeks per tanam mulai dari tiga kali, dua kali, atau satu kali tanam, sehingga ditemukan estimasi untuk luas tanam sekitar 140 ribu hektar.
"Kami juga melakukan identifikasi kebutuhan alat dan mesin pertanian seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta mesin pertanian lainnya guna mendukung proses pengolahan lahan," katanya.
Bahkan pihaknya mengajukan bantuan benih padi unggul ke Kementerian Pertanian untuk luas lahan sekitar 20 ribu hektare, dimana bantuan tersebut diharapkan dapat mendongkrak produktivitas petani dan menjaga stabilitas produksi.
"Kami juga menghitung kebutuhan pupuk subsidi dengan mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) guna memastikan ketersediaan pupuk sesuai dengan target luas tanam," katanya.
Pihaknya tambah dia, memberikan pendampingan dan penyuluhan pada para petani dalam penerapan teknologi tepat guna agar produksi padi tahun 2026 tetap surplus seperti tahun 2025.
