Lebih lanjut, dia mengemukakan jumlah kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang mencapai sekitar 49.700 orang.
Ia menjelaskan penurunan jumlah kunjungan wisata pada libur tahun baru 2026, dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan banjir yang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.
“Kondisi cuaca ekstrem berdampak pada aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan, khususnya untuk destinasi wisata berbasis alam dan ruang terbuka,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, Agus menambahkan perubahan pola perjalanan wisatawan yang cenderung membatasi aktivitas luar ruang pada musim hujan juga turut memengaruhi tingkat kunjungan.
“Penurunan ini bukan karena daya tarik destinasi menurun, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat pengelolaan dan promosi wisata, terutama saat musim hujan,” ucap dia.
