Selain itu, dia menyebut pemerintah daerah saat ini tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) mengenai peran difabel dalam pembangunan daerah.
"Pelatihan bahasa isyarat ini menjadi langkah awal agar teman tuli dapat berkomunikasi lebih baik sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan," ujarnya.
Sementara itu Oni Jahoni, perwakilan FKDC, menekankan pentingnya penguasaan bahasa isyarat dalam interaksi sehari-hari di berbagai ruang pelayanan maupun pekerjaan.
Ia menuturkan kesadaran masyarakat harus dibentuk untuk bersama-sama menciptakan lingkungan ramah difabel, serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap penguatan program inklusif dapat berjalan berkelanjutan sekaligus membuka akses lebih luas bagi difabel untuk berkarya,” ucap dia.
