Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menggandeng seniman lokal untuk mengaktifkan kembali pemanfaatan ruang kreasi di daerah tersebut sebagai wadah ekspresi serta apresiasi seni.

“Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pameran Lukisan 17 Pitulas di Gedung Ruang Kreasi, Jalan Otto Iskandardinata Cirebon,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Amin Mughni di Cirebon, Rabu.

Ia menyampaikan pameran tersebut melibatkan Paguyuban Pelukis Cirebon dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh para seniman tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

Menurut Amin, keterlibatan langsung komunitas seniman menjadi kunci dalam menghidupkan ruang kreasi di Kabupaten Cirebon.

“Kegiatan ini bersifat kolaboratif. Paguyuban Pelukis Cirebon berinisiatif melaksanakan pameran secara mandiri dan kami memfasilitasi ruangnya,” katanya.

Ia menuturkan kerja sama dengan seniman lokal tersebut menjadi strategi Disbudpar dalam membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan.

Amin menilai kegiatan seni dan budaya dapat terus berjalan apabila didukung oleh kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif.

“Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi pemersatu para seniman, khususnya pelukis Cirebon, untuk menyamakan persepsi dalam pengembangan agenda seni ke depan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan banyak pelukis asal Cirebon yang selama ini aktif mengikuti pameran di berbagai daerah, namun belum terwadahi secara optimal di daerah sendiri.

Amin memastikan pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas seni lainnya untuk menghidupkan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Lukisan 17 Pitulas Guntur Alibasa mengatakan pameran tersebut menampilkan sekitar 40 hingga 45 karya lukis dari 20 seniman Paguyuban Pelukis Cirebon.

Ia menuturkan pameran tersebut bertujuan membangkitkan kembali gairah berkarya, sekaligus mendekatkan seni rupa kepada masyarakat Cirebon.

“Pameran Lukisan 17 Pitulas dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026, serta diramaikan dengan aktivitas komunitas,” tuturnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026