Bandung (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) bekerja sama dengan Boeing meluncurkan program Boeing University Innovation Leadership Development (BUILD) untuk membangun ekosistem inovasi kedirgantaraan nasional.

Program yang diluncurkan di Aula Timur, Kampus ITB Ganesha Bandung ini, dirancang untuk membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan mahasiswa, alumni muda, serta perusahaan rintisan dengan industri dirgantara global.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek M Fauzan Adziman di lokasi peluncuran, Senin, menyebut kolaborasi ini sebagai model ideal yang menghubungkan langsung kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi.

Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan pengembangan riset yang lebih relevan serta peningkatan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

"Bidang kedirgantaraan merupakan akar dari banyak inovasi teknologi. Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkuat riset, tetapi juga membuka peluang lahirnya perusahaan rintisan dan ekosistem industri baru yang berdampak luas," katanya.

Ia menambahkan bahwa program BUILD juga akan mendorong integrasi kegiatan seperti magang, riset berbasis kebutuhan industri, hingga pengembangan material unggulan, termasuk potensi pemanfaatan sumber daya nasional seperti nikel untuk teknologi maju.

Di lokasi yang sama, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan bahwa program BUILD merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi dan industri global dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa, alumni muda, serta perusahaan rintisan akan mendapatkan pendampingan langsung dari Boeing untuk mengembangkan gagasan dan inovasi hingga siap diimplementasikan.

"Selama ini, banyak calon pengusaha teknologi yang belum terhubung secara langsung dengan industri besar. Melalui BUILD, Boeing berperan sebagai jangkar yang menghadirkan mentor dan membangun ekosistem, sehingga peluang keberhasilan inovasi hingga ke tahap hilirisasi menjadi lebih tinggi," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kedirgantaraan yang memiliki spektrum teknologi luas, mulai dari sistem elektronik, material, bahan bakar berkelanjutan, hingga kenyamanan penumpang.

Adapun Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde menyampaikan bahwa BUILD dirancang sebagai program pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan peserta dengan para ahli Boeing, mentor industri, serta ekosistem inovasi ITB.

Dia mengungkapkan program ini akan berlangsung hingga September 2026, mencakup lokakarya, sesi mentoring, bootcamp, serta inkubasi ide.

"Program ini berfokus pada pengembangan solusi di bidang kedirgantaraan dan pertahanan, termasuk teknologi keberlanjutan dan dampak sosial. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, BUILD bertujuan membangun kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan kolaborasi lintas sektor," ucapnya.

Sebagai bagian dari program, peserta akan mengembangkan ide berbasis kebutuhan nyata industri, yang kemudian diuji dan disempurnakan. Tiga tim terbaik akan mendapatkan total pendanaan sebesar 12.500 dolar AS serta dukungan pengembangan selama enam bulan di ITB.

Peluncuran BUILD Indonesia 2026, disebut menegaskan komitmen bersama dalam membangun generasi inovator masa depan serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kedirgantaraan global.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat kampus, tetapi juga melahirkan inovasi dan perusahaan rintisan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri nasional.

 



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026