Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membantu petani mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menyiagakan pompa air, mempercepat masa tanam, serta mengarahkan penggunaan benih padi tahan kekeringan.

Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon Iwan Mulyawan di Cirebon, Selasa, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kekeringan tidak sampai mengganggu produktivitas pertanian.

“Antisipasi pertama kami berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas PUTR, BBWS, dan PSDAP terkait distribusi air serta ketersediaan air,” katanya.

Ia menjelaskan koordinasi lintas instansi itu penting untuk memastikan suplai air irigasi tetap tersedia, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Selain itu, Distan menyiapkan dan menyiagakan pompa air, baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat, agar dapat langsung digunakan saat dibutuhkan petani.

Menurut dia, kesiapan pompa menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu petani menjaga pasokan air ke lahan sawah ketika debit air mulai menurun.

Pihaknya pun memberikan arahan kepada petani dan kelompok tani agar melakukan percepatan masa tanam, sehingga tanaman padi sudah memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat sebelum puncak musim kemarau tiba.

“Harapannya ketika musim kemarau datang, tanaman sudah besar dan bisa lebih terselamatkan sehingga risiko gagal panen dapat ditekan,” katanya.

Selain percepatan tanam, kata Iwan, petani diimbau pula menggunakan varietas benih padi yang tahan terhadap kekeringan, seperti Situ Bagendit dan padi gogo varietas Inpago 1 sampai Inpago 13.

Ia menyebutkan Kabupaten Cirebon memiliki luas baku sawah sekitar 50 ribu hektare berdasarkan data ATR/BPN, sedangkan hasil pendataan Distan mencatat luas lahan pertanian sekitar 49 ribu hektare.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sekitar 45 ribu hektare masih aktif digunakan untuk budidaya padi, sementara sisanya dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan sayuran.

Ia merinci rata-rata produksi beras Kabupaten Cirebon mencapai 350 ribu hingga 360 ribu ton per tahun, sehingga daerah itu masih mengalami surplus pangan, khususnya beras, sekitar 90 ribu ton per tahun setelah dikurangi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kalau tahun 2014 atau 2015 surplus kita masih sekitar 110 ribu ton, sekarang berada di angka 90 ribuan ton per tahun,” katanya.

Ia menambahkan jika terjadi kekeringan atau banjir yang menyebabkan gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih dari Cadangan Benih Nasional (CBN) dan pupuk organik cair non-subsidi.

“Ada juga program dukungan lain dari pemerintah, seperti dukungan perbaikan irigasi dan pompanisasi,” ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026