Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan pendampingan penerapan Sistem Informasi Desa (SID) guna memperkuat digitalisasi pelayanan administrasi di tingkat desa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Cirebon Bambang Sudaryanto mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan agar implementasi SID berjalan optimal dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami memberikan pendampingan berkelanjutan, agar desa benar-benar mampu mengoperasikan dan memanfaatkan SID secara maksimal,” ujar Bambang di Cirebon, Selasa.
Diskominfo, kata dia, rutin melaksanakan kegiatan pendampingan SID sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati Cirebon Nomor 38 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Ia mengatakan sebanyak 30 desa dari empat kecamatan sudah mengikuti kegiatan yang digelar pada awal Februari 2026 di Kabupaten Cirebon.
Bambang menyampaikan setiap desa mengirimkan operator untuk mengikuti pelatihan dengan metode praktik langsung penggunaan aplikasi SID.
Para peserta, lanjut dia, memperoleh pemahaman teknis mengenai pengelolaan data desa, pelayanan administrasi berbasis digital, serta penguatan kapasitas operator desa.
“Pemanfaatan SID merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital hingga ke level pemerintahan desa,” katanya.
Dengan sistem tersebut, lanjut dia, pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, serta terdokumentasi dengan baik.
Selain itu Bambang menuturkan pengelolaan data desa yang terintegrasi juga akan memudahkan proses perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Pihaknya pun menargetkan pada tahun 2026 seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon telah memiliki serta mengimplementasikan SID.
“Target tersebut menjadi bagian dari percepatan digitalisasi pemerintahan desa, sekaligus penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ucap Kepala Diskominfo Cirebon Bambang Sudaryanto.
