Cirebon (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyebut Kota Cirebon, Jawa Barat, berpotensi menjadi pusat riset topeng pertama di Indonesia karena memiliki museum yang mengoleksi benda-benda tersebut.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (Ditjen PPPK) Kemenbud Judi Wahjudin mengatakan museum tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang penelitian, karena memiliki berbagai koleksi topeng khas Cirebon.
"Harapan kami museum ini bisa menjadi pusat riset topeng, khususnya Cirebon dan umumnya Indonesia, karena pusat riset topeng itu belum ada," katanya di Cirebon, Rabu.
Ia menjelaskan topeng Cirebon memiliki kekhasan tersendiri, mulai dari bahan, corak, hingga peruntukannya. Hal itu menjadi potensi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sejarah seni budaya di Indonesia.
Menurut dia, museum tematis seperti Museum Topeng Cirebon merupakan hal baru karena kebanyakan museum selama ini bersifat umum, bukan khusus pada satu tema tertentu.
Judi menegaskan museum tidak cukup hanya menyajikan koleksi, namun perlu menghadirkan informasi, ruang edukasi, hingga menjadi sarana inklusif bagi berbagai pihak.
"Program-program terbuka perlu dihadirkan untuk komunitas, pelajar, maupun masyarakat umum agar museum benar-benar bermanfaat," ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan keberadaan museum juga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama untuk riset koleksi.
Pihaknya menyarankan koleksi yang dipamerkan sebaiknya dilengkapi dengan penjelasan mengenai filosofi, sejarah, hingga cara pembuatan dan penggunaannya.
Ia menyebutkan saat ini terdapat sekitar 450 museum di Indonesia yang sudah teregistrasi, baik dikelola pemerintah maupun swasta. Kehadiran Museum Topeng Cirebon menambah jumlah tersebut sekaligus melengkapi khazanah kebudayaan nasional.
