“Masih ada warga yang menumpang menggunakan fasilitas milik orang lain,” katanya.
Data DPUTR setempat menunjukkan akses layak terhadap fasilitas buang air besar mencapai 86,3 persen, sedangkan akses sanitasi aman 15,8 persen.
Ia menyampaikan cakupan sambungan rumah ke ipal komunal saat ini mencapai 49 persen lebih sehingga perluasan jaringan menjadi salah satu prioritas.
Dia menegaskan keberlanjutan pembangunan infrastruktur sanitasi penting untuk menjaga perilaku hidup sehat yang telah terbentuk di masyarakat.
“Kondisi bebas BABS harus diimbangi ketersediaan sarana memadai agar perilaku sehat tetap terjaga,” ucap dia.
