Cirebon (ANTARA) - Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menilai peralatan laboratorium di UPTD Pengujian dan Penerapan Mutu Produk Perikanan (PMPP) Kota Cirebon perlu segera dimodernisasi untuk menjaga akurasi hasil uji keamanan pangan perikanan.
Ketua Komisi II DPRD Jabar Bambang Mujiarto di Cirebon, Kamis, mengatakan validitas hasil pengujian bergantung pada kualitas alat yang digunakan dalam mendeteksi kandungan logam berat maupun zat berbahaya lainnya.
“Alat-alat pengujian ini harus memiliki tingkat akurasi tinggi agar margin kesalahan bisa ditekan seminimal mungkin, karena hasil uji menjadi dasar keamanan pangan sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan UPTD PMPP merupakan unit teknis yang berperan langsung dalam pengawasan mutu produk perikanan yang beredar di Jabar.
Dia menjelaskan perkembangan teknologi laboratorium menuntut pembaruan alat agar pengujian mampu mengikuti standar mutu pangan yang terus meningkat.
Ia menilai keterbatasan alat berpotensi memengaruhi kecepatan serta ketepatan hasil pengujian, terutama pada produk perikanan yang memiliki risiko tinggi terpapar zat berbahaya.
Komisi II DPRD Jabar mencatat kebutuhan peningkatan sarana laboratorium sebagai bahan evaluasi dalam pembahasan anggaran daerah.
Selain aspek teknis, ia menyebut, jaminan mutu produk perikanan berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jabar.
“Konsumsi protein ikan yang aman dan berkualitas berdampak langsung pada kecerdasan serta produktivitas masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, ia menyatakan, penguatan UPTD PMPP bagian dari investasi jangka panjang di sektor pangan dan kesehatan masyarakat.
Pihaknya mendorong pula sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan pengelola UPTD agar layanan pengujian mutu dapat optimal.
