Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan alasan dirinya mengganti nama beberapa ruas jalan dan seluruh RSUD di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi nama tokoh bangsa hingga pahlawan nasional.
Alasan tersebut ia sampaikan dalam "Podcast Bicara di Antara Megapolitan" di Rumah Dinas atau Pendopo Bupati Bogor di Cibinong, Minggu.
Rudy Susmanto menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini tidak didapat secara cuma-cuma, melainkan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa.
"Tanah yang kita injak dan udara yang kita hirup ini tidak gratis dan tidak dibayar dengan uang. Ini adalah hasil perjuangan dari para pendahulu bangsa kita," ujar Rudy.
Beberapa nama pahlawan yang diabadikan menjadi nama jalan dan rumah sakit yaitu, RE Martadinata untuk ruas jalan di Kawasan Puncak, Jenderal Sudirman untuk ruas Stadion Pakansari - Simpang Kandang Roda, Soekarno Hatta untuk ruas Simpang Kandang Roda - Tugu Pancakarsa.
Kemudian, untuk RSUD Cibinong kini menjadi RSUD Bakti Pajajaran, RSUD Ciawi kini menjadi RSUD KH Idham Chailid, RSUD Leuwiliang kini menjadi RSUD R. Moh.Noh Nur dan RSUD Cileungsi kini menjadi RSUD RH. Satibi.
Menurut Rudy, langkah ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga bertujuan mendidik masyarakat tentang nilai-nilai perjuangan bangsa.
"Seluruh kantor pemerintah di Kabupaten Bogor, seperti kantor bupati dan kantor SKPD, ke depan harus bisa menjadi media edukasi untuk masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyebut sejumlah tokoh pahlawan, seperti Subianto Djojohadikusumo yang gugur di usia 21 tahun dalam pertempuran Lengkong, serta Panglima Besar Jenderal Sudirman yang wafat di usia 34 tahun.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026