Ia menekankan bahwa pengorbanan mereka bukan sekadar keringat, tetapi darah, air mata, dan nyawa.
"Tokoh pahlawan di sini bukan sekadar penghias ruangan. Jasad mereka memang telah bercampur dengan tanah, namun semangat perjuangannya tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor," ujarnya.
Menanggapi kemungkinan polemik terkait penamaan fasilitas publik dengan nama pahlawan, Rudy mengajak semua pihak untuk merenung.
"Kalau penamaan nama pahlawan menjadi polemik, coba ambil kaca besar dan berkaca, apakah kita sudah layak berdiri di atas tanah yang dimerdekakan oleh para pejuang?" pungkasnya.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026