Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam, seiring meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Bogor.
Imbauan tersebut disampaikan Rudy menanggapi penetapan status darurat siaga bencana oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan, meskipun berharap Bogor terhindar dari bencana, seluruh pihak perlu menyiapkan langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan.
“Darurat siaga bencana kita sama-sama mengantisipasi hal terburuk terjadi, tapi mudah-mudahan di Bogor tidak terjadi bencana. Namun bencana tidak bisa diprediksi, jadi kita mempersiapkan segala sesuatu risikonya,” kata Rudy di Cibinong, Selasa.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan beberapa skenario penanganan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah itu termasuk kesiapan tim tanggap darurat dan koordinasi lintas instansi untuk memperkuat mitigasi di wilayah rawan.
“BMKG memprediksi intensitas curah hujan tinggi beberapa bulan ke depan. Kami juga menghimbau masyarakat yang tinggal di dekat tebing atau aliran sungai untuk lebih waspada,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa dan kecamatan diminta siaga penuh saat hujan lebat atau angin kencang melanda.
“Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan seluruh masyarakat Bogor diberikan keselamatan oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Selain langkah mitigasi, Rudy menilai program Satu Kecamatan Satu Hutan juga berperan dalam upaya pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan. Program tersebut sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan menjadi agenda strategis Pemkab Bogor.
“Langkah tersebut sudah kita mulai beberapa bulan lalu. Hari ini pun menjadi momentum bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan anggota DPR RI asal Kabupaten Bogor,” katanya.
