Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, membantu pengembangan bisnis Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) melalui fasilitasi produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga kemitraan dengan produsen pangan di daerah tersebut.

“Untuk Kota Cirebon baru ada tiga KKMP yang memang sudah mulai terbangun gerainya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Sabtu.

Ia mengatakan, pengembangan KKMP di Kota Cirebon masih menghadapi kendala keterbatasan lahan, karena pembangunan gerai koperasi membutuhkan area cukup luas sesuai ketentuan program nasional tersebut.

Menurut dia, kebutuhan lahan untuk pembangunan gerai mencapai sekitar 1.000 meter persegi, sehingga cukup sulit dipenuhi di wilayah perkotaan seperti Kota Cirebon.

“Memang lahan di Kota Cirebon ini susah untuk mendapatkan lahan seluas 1.000 meter persegi,” ujarnya.

Meski begitu, Elmi menuturkan pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan langkah pengembangan usaha dengan mendorong pemasaran produk UMKM melalui gerai KKMP.

Ia mengatakan, produk-produk UMKM lokal nantinya akan dipasarkan di koperasi tersebut, guna memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Selain itu, kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan dukungan pengembangan usaha bagi koperasi yang telah berdiri.

Ia menyebut, dukungan tersebut salah satunya, berupa bantuan kolam bioflok untuk mendukung aktivitas usaha koperasi di sektor perikanan.

“Kalau memang sudah bisa berdiri, KKP juga mendukung dengan bantuan kolam bioflok 24 kolam, itu bisa untuk menghidupi koperasinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon Dedi Fachrudin mengatakan, sebanyak 16 dari 22 KKMP di Kota Cirebon sudah mulai menjalankan unit usaha sesuai potensi wilayah masing-masing.

Ia menjelaskan, tiga KKMP yang sudah membangun gerai berada di Kelurahan Larangan, Kecapi, dan Kesenden, sedangkan koperasi lainnya masih memanfaatkan tempat yang tersedia sambil menunggu kesiapan lahan permanen.

“Yang sudah membangun gerai baru tiga. Sisanya masih memanfaatkan tempat yang ada sambil berjalan,” ujar Dedi.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026