Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan pelayanan di Puskesmas Sindangbarang tetap berjalan normal setelah ambruknya langit-langit di bagian selasar penghubung antarruangan.
Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal di Cianjur Senin, mengatakan ambruknya langit-langit selasar karena besi penyangga di bagian atap mengalami korosi ditambah faktor usia bangunan yang sudah cukup tua.
"Hanya langit-langit atau plapon yang ambruk dan hari ini sedang diperbaiki, kejadian tersebut tidak mengganggu pelayanan di puskesmas yang tetap berjalan normal seperti biasa," katanya.
Pihaknya meminta seluruh puskesmas di Cianjur melakukan pengecekan bangunan, terutama bagian atap dan langit-langit guna memastikan dalam kondisi baik dan segera memperbaiki ketika mendapati kerusakan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan seperti di Puskesmas Sindangbarang.
Kepala Puskesmas Sindangbarang Nanang Priatna, mengatakan plafon selasar puskesmas ambruk diduga karena besi penahan di bagian langit-langit mengalami korosi akibat angin laut sehingga ruangan PONED ditutup sementara untuk perbaikan.
Saat kejadian selasar menuju ruangan PONED sedang sepi sehingga tidak ada warga atau pasien dan tenaga kesehatan yang tertimpa plapon yang ambruk, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan normal selama proses perbaikan.
"Kerusakan di bagian plapon sekitar 1 meter, sehingga tidak mengganggu pelayanan terlebih selasar hanya penghubung ruangan ke ruangan lain, saat kejadian sedang sepi dan tidak ada yang melintas," katanya.
Dia menjelaskan, selain korosi di bagian penyangga, ditambah usia bangunan puskesmas sudah cukup tua dan belum pernah mendapat perbaikan atau renovasi, ditambah lokasi di pesisir pantai membuat bangunan lebih cepat korosi.
"Selasar penghubung antarruangan itu, ditutup sementara agar mempercepat proses perbaikan agar segera kembali digunakan, kami memastikan setiap plafon serta bagian bangunan lainnya dalam kondisi baik guna mencegah hal tidak diinginkan," katanya.
