Bandung (ANTARA) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat menjadikan peringatan hari lahir (harlah) ke-53 pada tanggal 5 Januari 2025 ini, sebagai momentum krusial untuk memuluskan jalan menghadapi verifikasi faktual Pemilu 2029, sekaligus misi merebut kembali keterwakilan di Senayan yang kini kosong.

Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat di Bandung, Senin, mengatakan langkah strategis ini diperkuat melalui program "Madrasah Kader Partai" yang tidak lagi sekadar mengandalkan basis tradisional keluarga besar partai, namun secara agresif mulai menjangkau pemilih pemula dan masyarakat umum.

"Karena verifikasi faktual bukanlah pekerjaan mudah. Kita harus menyiapkan data dan personel yang tepat. Itu amanat dari DPP dan sedang kami kerjakan," kata Pepep.

Saat ditemui selepas perayaan harlah, di Gedung DPW PPP Jabar Minggu (4/1) malam, Pepep mengatakan pihaknya memiliki kesadaran bahwa Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, memiliki tingkat kerumitan tertinggi dalam proses verifikasi partai politik.

Oleh karena itu, konsolidasi internal pasca-milad menjadi harga mati. PPP sendiri menargetkan raihan 12 kursi pada Pemilu 2029 dengan syarat mesin kaderisasi berjalan optimal.

Salah satu ujung tombak strategi tersebut adalah kaderisasi berbasis kecamatan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Melalui Latihan Kader Kepemimpinan Dasar (LKKD), setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan empat peserta untuk digembleng hingga tuntas, guna mengisi struktur partai menjelang pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan.

Selain fokus pada struktur inti, PPP Jabar juga melakukan manuver melalui pelatihan penguatan sayap perempuan. Inisiatif dari Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Jawa Barat ini menyasar aktivis perempuan dari kalangan mahasiswi hingga lembaga swadaya masyarakat.

Tercatat sekitar 200 orang dalam satu angkatan mengikuti pelatihan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi, sekaligus memberi bobot pada amanat 30 persen kuota perempuan, bukan hanya sebagai pelengkap administrasi pencalonan legislatif.

"Aturan sudah berpihak kepada perempuan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara maksimal," kata Pepep.

Terkait posisi politik di daerah, PPP yang kini telah memiliki fraksi sendiri di DPRD Jawa Barat pasca-Pemilu 2024, memastikan akan tetap kritis terhadap dinamika pemerintahan provinsi sepanjang tahun 2025 dan ke depannya.

Pepep juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian strategi mulai dari Madrasah Kader hingga pelibatan aktivis perempuan, bermuara pada satu tujuan besar: mencetak kepemimpinan daerah yang berkualitas.

"PPP sangat serius mempersiapkan pemimpin ke depan," ucapnya.

Di sisi lain, Pepep memastikan peringatan Milad kali ini tidak hanya berbicara soal politik praktis. Dalam peringatan tersebut, partai ini juga memanjatkan doa untuk korban bencana alam.

"Selain merayakan hari lahir partai, kami juga memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian bencana," ujar Pepep menambahkan.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026