Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat produksi beras di daerahnya mencapai 296.416 ton pada 2025, meskipun realisasi panen padi belum memenuhi target yang ditetapkan.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya dalam keterangannya di Cirebon, Senin, mengatakan capaian tersebut masih menempatkan daerah dalam kondisi surplus beras, namun perlu diantisipasi karena terjadi penurunan dibandingkan proyeksi awal.
“Secara teknis produktivitas kita bagus, namun terjadi pergeseran waktu panen karena kondisi iklim yang tidak menentu,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan terakhir, kata dia, produksi beras mengalami penurunan sebesar 42.613 ton dari target, seiring turunnya realisasi produksi gabah kering giling (GKG).
Ia mengemukakan produksi GKG tercatat lebih rendah 66.469 ton, dibandingkan target yang ditetapkan pada periode tersebut.
“Dari sisi konsumsi, ketersediaan beras di Kabupaten Cirebon masih tergolong aman,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan beras selama Januari-Oktober 2025 mencapai 229.310 ton, dengan produksi sebanyak 296.416 ton, maka Kabupaten Cirebon masih mencatat surplus sekitar 67.106 ton.
“Surplus ini harus dibaca secara hati-hati. Aman untuk saat ini, tetapi jika tren penurunan berlanjut, tentu akan berdampak ke depannya,” katanya.
Lebih lanjut, Deni menuturkan penurunan produksi di Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh berkurangnya luas panen padi sepanjang 2025.
