Bandung (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya di Bandung, Jawa Barat, memastikan bahwa korban dan pelaku pembunuhan bukan merupakan karyawan internal rumah sakit, melainkan pegawai yang berasal dari pihak ketiga.
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya Agus Heri Zukari di Bandung, Senin, mengatakan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.
"Kita lihat dahulu nanti hasil penyidikan. Mungkin untuk klarifikasi yang sekarang saya akan jelaskan bahwa kejadian itu bukanlah karyawan rumah sakit, tapi petugas dari pihak ketiga. Kasusnya sudah jelas dan kini ditangani oleh kepolisian langsung," jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa kedua pihak yang terlibat merupakan tanggung jawab pihak penyedia jasa pekerja alih daya (outsourcing), sehingga evaluasi, pembinaan, dan monitoring pekerjaan secara teknis sepenuhnya berada pada pihak ketiga.
"Jadi, untuk pertanggungjawaban, untuk evaluasi, dan pembinaan, dan monitoring pekerjaan secara teknis di lapangan itu ada di pihak ketiga," ujarnya.
