Jakarta (ANTARA) - Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah seiring pernyataan hawkish mengenai inflasi dan tingkat suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) atau The Fed.
“Dolar AS didukung oleh pernyataan hawkish mengenai inflasi dan tingkat suku bunga dari dua pejabat The Fed Neel Kashkari dan Alberto Musalem,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Pejabat The Fed Neel Kaskhari disebut menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada urgensi untuk memangkas suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Adapun Musalem mengatakan dampak inflasi dari pemberlakuan tarif AS mungkin bukan hanya untuk sementara. Artinya, dampak langsung tarif pada harga diperkirakan hanya akan singkat dan terbatas pada inflasi AS, tetapi efek tak langsung dapat bersifat lebih persisten terhadap inflasi.
“Kebijakan baru Trump yang menetapkan tarif 25 persen untuk otomotif juga menekan aset dan mata uang beresiko,” tuturnya.